Dia...
Yang berlari dalam gelap, menembus berjuta embun yang menyayat...
Dia...
Yang meraung dalam galau, di kala langit belum bersenggama dengan cahaya..
Dia...
Seorang kecil dengan besar bijaksana, memenuhi relung hatinya...
Dia...
Menelan semua kepahitan dan akal sehat hanya untuk menerima rumah bagi jiwanya...
Entah mengapa...tawa itu luka baginya..
Entah mengapa...luka itu tawa baginya...
Ratapan demi ratapan yang berkamuflase sebagai dagelan dalam hidup
Dan entah mengapa...ia tetap menertawakannya...
Atau mungkin...
Hidup yang sedang menertawakannya?
Dia ingin merintih..
Namun sebuah konsekuensi dipertaruhkan...
Dia ingin berteriak, lantang...
Namun rasa enggan membelenggu jiwanya...
Dia...
Hanya mencoba menjadi seseorang...
Seseorang dengan segala kesempurnaan...
Namun...
Adakah kesempurnaan itu sendiri?
Jangan katakan bahwa kesempurnaan adalah Tuhan
Bayi mewek juga tau!!!
Senin, 31 Desember 2007
Selasa, 25 Desember 2007
Ketika Jiwa Lelah Bermain Dengan Lara
Setiap jejak langkah yang bergulir seiring dengan jalannya waktu
Menghantarkanku ke dunia yang semakin tak ku tahu
Di mana begitu banyak keanehan, begitu pekat keterasingan
Mereka yang berbicara dengan manisnya kata
Mereka yang bersembunyi di balik indahnya lara
Mereka yang menghujam perih yang selama ini rentah di belantara
Tragisnya, mereka pula yang menjadi peri di dunia fana
Segala sketsa perihal kebahagiaan membelah tabir kehidupan
Akankah benar bahagia?
Aku menyanyikan amarahku..
Aku menari di atas kegundahanku...
Aku berjalan di batas sadarku
Dan aku melihat dunia dengan tawa kecil mengihasi dukaku...
Suatu fatamorgana yang diatur sedemikian peliknya
Suatu mahakarya yang tiada duanya...
Kenapa tidak kita jadikan saja ini sebagai cerita sedih suatu panggung boneka?
Terdengar begitu komersil untuk dipertontonkan..
Jiwa yang terlunta...
Siapa yang terluka...
Akankah Kau berhenti bermain Tuhan?
Menghantarkanku ke dunia yang semakin tak ku tahu
Di mana begitu banyak keanehan, begitu pekat keterasingan
Mereka yang berbicara dengan manisnya kata
Mereka yang bersembunyi di balik indahnya lara
Mereka yang menghujam perih yang selama ini rentah di belantara
Tragisnya, mereka pula yang menjadi peri di dunia fana
Segala sketsa perihal kebahagiaan membelah tabir kehidupan
Akankah benar bahagia?
Aku menyanyikan amarahku..
Aku menari di atas kegundahanku...
Aku berjalan di batas sadarku
Dan aku melihat dunia dengan tawa kecil mengihasi dukaku...
Suatu fatamorgana yang diatur sedemikian peliknya
Suatu mahakarya yang tiada duanya...
Kenapa tidak kita jadikan saja ini sebagai cerita sedih suatu panggung boneka?
Terdengar begitu komersil untuk dipertontonkan..
Jiwa yang terlunta...
Siapa yang terluka...
Akankah Kau berhenti bermain Tuhan?
Sabtu, 22 Desember 2007
Malamku di Dalam Labirin Bernama Misteri

Kulihat cahaya itu di hamparan kuning....
Entah pun itu kelabu...
Di sana aku hanya melihat secerca sinar..
Berjuang menghadapi sang embun...
Entah mengapa...
Segala makna menjadi tercekat ketika lambaian angin malam memanggil...
Malam...
Yang selalu memberikan hembusan misteri seperti halnya gambaran atas labirin hidup...
Malam ini aku terperangkap dalam gelap...
Dan hanya nafas dari naluriku yang menjadi petunjuk atas hilangnya aku...
Aku kabur...
Kabur dari segala keterpurukan langkah...
Bersembunyi di balik hilangnya jiwa....
Dan mengambil bagian di tempat labirin hidup berada...
Labirin hidup yang kita kenal sebagai misteri...
Misteri yang tak hengkang dari sunyinya malam...
Dan di sana aku memaparkan segalanya...
Pada malam yang selalu berbisik...
Pada malam yang tak pernah terusik...
Malam yang selalu menghanyutkan keberadaannya dibawah sinar rembulan...
Malam yang menghanyutkan keindahannya dalam hamparan lembah kesunyian...
....
Selamat datang di malamku...
Kamis, 20 Desember 2007
Dia yang Hilang Dalam Ketiadaan

Sebuah kejahatan kata yang terjuntai begitu saja
Sebuah kebohongan demi kebohongan yang kian lama memupuskan harapan yang lainnya
Ketika suatu kepercayaan kembali dipertanyakan
Ketika menunggu menjadi begitu melelahkan
Ketika kejujuran mulai hilang dari peredaran asa
Ketika melepaskan menjadi jalan yang dihalalkan
Apa yang terjadi dengan heningnya raga?
Apa yang terjadi dengan riuhnya suara yang menggema di setiap sudut kepala?
Apa yang terjadi dengan dia?
Siapa gerangan dirinya?
Apa yang dicarinya??
Suatu refleksi jiwa yang hampa...
Suatu yang hilang dari pelupuk jiwa...
Suatu pencarian yang berujung pada tiada...
Dan ketiadaan menjadi judul dari kisahnya...
Selasa, 04 Desember 2007
Sebuah Anomali dari Kisah Cinta Lain Dimensi

Sebuah cinta yang tak sempat bersemi
Sebuah Cinta yang tak pernah memiliki
Seorang perempuan dengan asanya yang terpendam
Seorang pria dengan pengorbanannya yang tak henti
Seseorang yang mengejar mimpinya hingga ke penjuru dunia
Sementara seorang yang lain mengejar dirinya karena dia adalah dunianya
Sebuah kebenaran yang tak pernah terungkap
Sebuah dimensi waktu yang pada akhirnya menjawab teka-teki di balik misteri seribu tanya
Seseorang yang mendambakan kebahagiaan melalui cinta sepihaknya
Seseorang yang mendambakan sebuah eksistensi diri melalui sebuah pengakuan
Sebuah anomali dari kisah cinta lain dimensi
Dimana masing-masing individu bermain dengan misteri
Mereka yang menari diatas kemelut jiwa
Mereka yang gamang dalam seluk beluk asa
Mereka yang mengarungi lembah waktu
Mereka pula yang akhirnya tersesat dalam semu
Sebuah kisah yang diawali dengan pertanyaan tanpa jawaban
Diakhiri dengan sebuah pertemuan, pengakuan, dan manisnya sebuah kecupan...
Inspired by: Novel Travelers' tale (adhitya mulya, alaya setya,iman hidajat, ninit yunita)
The Lost Angel

Where is the sound of the emptiness?
While moonlight is shinning into the darkness night
Where are the bolts of blue?
While the whisper of noise high and low coming through
The lost and lonely lil' Angel
Sitting down in the middle of her thoughts
Suddenly, the maturity is getting her up from the beauty of her stillness
Her wings were flying
Somewhere…
Bring her up, further and away
Somehow, she fell down and broke her wings…
She is sick for being so worthy…
The environment doesn’t even recognize her anymore
And life starts to question her…
Who is this pathetic lil’ Angel?
What’s going through?
What’s making you so blue, the pathetic lil’ Angel?
And the lil’ Angel question them back
“Is it a sin for being a stranger by the day?”
“Cuz’, I’m sick for being so pure, cuz’ I’m tired for being so true”
The reality of an imperfect truly lil’ Angel…
Now she is making her own path
Fulfilling her destiny…
Making her own dreams…
Stepping forward, chasing for her true immortality
Langgan:
Entri (Atom)