Friday, September 14, 2012

Ketika Katamu Hanyalah Semu

Katamu ada rindu ketika aku berdiam dalam relungmu
Katamu ada yang abadi ketika kita berlari dalam pencarian jati diri

Selembar kertas nyanyian jiwamu
Ketika yang kuyakini benar adamu
Pelantun gundah katamu
Pengusir sepi ungkapmu

Katamu dunia kita satu
Katamu kitalah masa depan dan masa lalu
Kamuflase yang akhirnya terkuak santun oleh heningmu

Katamu yang terampas oleh realita dan tak terealisasi karna waktu

Katamu yang berujung pada ketiadaan dan memalingkan muka jauh dari bayangku

Kini kita hanyalah usang
Layaknya debu yang berdesir di atas album tua

Semudah itu kau lupa
Lupa akan siapa kamu, siapa aku
Lupa akan siapa ratu di masa lalu
Dan kini tahta hanya milikmu dan duniamu

Bila waktu bersedia berjibaku untukku
Dan memutar kembali rodanya yang lapuk dan tua ke masa itu
Kan kuraih visi di mana aku berdiri dan menatap saat ini

*PS: Untuk seseorang yang sudah move on dan melupakan masa lalu.

Surabaya, 14 september 2012

Friday, August 3, 2012

Sketsa Jiwa yang Tersabotase Oleh Sunyi




Aku adalah keheningan yang bersembunyi dibalik naifnya sebuah peran

Aku terlahir atas duplikasi asa yang telah gagal
Sebuah jiwa yang gila
Sebuah birokrasi diri yang patah

Letih adalah di penghujung bayangku
Di atas abu-abu ia berdiri
Menikam pelan pada jantung hati seorang jenaka
Menyelinap lirih pada kantung akal pribadi yang dangkal

Bagaikan racun yang tak berbau pun berasa
Keterpurukan ini perlahan menjeratnya

Ia sepi,
Ia sendiri,
Hilang gambar diri,
Hilang tujuan hidup, namun segan tuk mati

Sakit adalah titik ketakutannya
Takut akan kehilangan dan takut akan dihilangkan
Sebuah kerusakan jiwa yang terus menghantui
Sebuah anekdot hidup yang terlalu lama bersemayam dalam diam

Hidup baginya adalah sebuah skenario dusta yang dikejar oleh keterbatasan waktu
Dimana sebuah kisah diperankan oleh sesosok individu dengan beribu topeng
Individu yang tak sempat memilih, individu yang tak sempat mencari
Individu yang miskin emosi, Individu yang lupa akan pengenalan diri

Kali ini ia enggan untuk bernyanyi,risih tuk berbagi
Barangkali ia tertawa, tapi untuk siapa?
Ia terlalu rumit
Atau sebuah kompleksitas yang sedang memenjaranya?

Thursday, June 21, 2012

Sepasang Sayap Dalam Doa

Hari itu langit sedang menggambarkan keindahannya dalam jingga keemasan
Jingga yang meluruhkan birunya hari
Jingga yang mengalaramkan bumi untuk segera menjemput sang malam

Kepada malam ia bernyanyi
Bernyanyi tentang kepedihan akan sang hari
Menyerantakan sayup ketika dunia mulai sunyi
Menutup bungkus kegundahan kedalam sisi jiwa yang letih

Hari itu dalam keriuhan akal terselip sebuah doa
Sebuah doa yang terpanjat dengan segala improbabilitas realita
Sebuah doa dengan segala kenaifan akal
Adalah doa yang bercerita tentang kerinduannya akan sepasang sayap

Seorang manusia yang secara harafiah tak mampu menjejakkan langit dengan telanjang kaki
Seorang manusia dengan segala hebatnya namun sarat akan keterbatasan
Sebuah doa yang naif namun sanggup memberikan senyuman kecil di hari itu
Sebuah doa dengan konten hati yang menyuarakan suatu kebebasan

Hari itu seorang manusia berdoa untuk sebuah kemustahilan yang fenomenal
Hari itu seorang manusia tersadar akan siapa dirinya tanpa sosok Sang Maha Kuasa
Hari itu seorang manusia mengerti akan keberadaannya yang sementara
Hari itu manusia itu kembali pada hakikatnya sebagai manusia yang rindu akan sang pencipta


Saturday, May 26, 2012

Karna kau di sana aku

Karna kau di sana aku

Waktu bergulir tanpa bayangmu,
Tanpa candamu, tanpa hadirmu,
Kehampaan ini kian merambah... relungku
Mengusik ruang jiwaku...

Karna kau adalah matahariku
Kau adalah bulan malamku
Tanpa kamu hambar duniaku
Karna kau... di sana aku

Ketika ku tersudut tak menentu
Sendiri kelam dalam bayang temaram
Kau disana membuka suasana... bahagia
Dan kau bawaku melayang...

Kurindukan ada hadir
Kuinginkan kau di sampingku
Bawa aku dalam duniamu
Karna kau...di sana aku

Dan ingatlah saat bersama
Hangat itu masih di sana
Dan kuharap kamu pun merasa
Kita ada...untuk berdua....

Matahariku, kau adalah bulan malamku
Tanpa kamu hambar duniaku
Karna kau... di sana aku...

Kurindukan ada hadirmu
Kuingnkan kau di sampingku
Bawa aku dalam duniamu
Karna kau... di sana aku...

*click link for hearing the song

Wednesday, May 2, 2012

Penyair Bayangan

Siapakah aku?
Aku hanyalah bara yang bersembunyi di balik teduhnya fajar
Aku hanyalah sebuah rasa yang terbuang pada dimensi yang tak bertuan
Aku hanyalah sebuah empati yang mengemis pada keberadaan hidup

Siapakah aku?
Aku yang berkumandang dalam semu
Berkoar sesukaku
Layaknya pesakitan yang terasing oleh waktu

Aku adalah sebuah identitas yang tak berbatas
Aku adalah naluri kebebasan
Tak ada yang boleh memenjarakanku
Tak juga kau

Dalam karya aku bercerita
Dalam pilu aku bernyanyi
Bersenandungku dalam tanya
Akankah eksistensi diri dapat menjawabnya?

Aku yang berdiri di luar akal sehatmu
Aku yang liar dalam jiwamu
Berkamuflase dalam lamurnya etika
Hey dunia nyata, dapatkah kau terka?

Nafas-nafas penyambung hidup adalah kata
Oleh kata aku ada

Sunday, April 29, 2012



Sahabat

Hey, kau hendak pergi kemana
Meninggalkan diri meratap kesunyian
Kawanku, temanku, sobat sejati
Kau pergi dari lingkaran kasih kita

Mengapa semua ini harus terjadi
Lupakah engkau saat kita saling berbagi
Dalam suka maupun duka, semua tantangan, jatuh bangun mental
Kita jalani dan hadapi siapapun yang menghalangi

Oooo..... aiya..iya...ooou..oouu..ooo..huuu..

Kau  tahu diriku sangat kehilanganmu
Andaikan kau ada dan selalu di sampingku
Andaikan waktu dapat kembali ke masa lalu
Andaikan kita bisa tak terpisahkan

Kau takkan pernah terganti hatimu di relungku
Jiwaku kan merindukanmu bilakah kau kembali?

Kawanku...
Temanku...
Sobat sejati...
Kau pergi dari lingkaran kasih... Kita....


Thursday, December 15, 2011

Bitter-Sweet

The signs of life yet prove any reason to me
The reason for living and be depending
Something was holding me back
The pain of a past and fear for a last

All stuck in the middle of the solitude


These dreams keep haunted me
The fact that no one cares,
Fact that I could not even convince myself
To be able to stand upon my desires


Today, time is never compromising its seconds to run slower
Sun rose, the day gone, I torn....


For all of the futility, for all of the wasted
For all of the bitterness and love

Let me be the one who may stand above the sky from the abysses of my life

Indonesian Translation:

Tanda-tanda kehidupan belum membuktikan alasan bagiku
Alasan untuk tinggal, dan tergantung
Sesuatu masih menahanku di belakang
Rasa sakit dari masa lalu dan ketakutan pada akhirnya

Semua terjebak di tengah-tengah kesendiriannya

 
Mimpi-mimpi ini terus menghantuiku
Fakta bahwa tak seorang pun peduli,
Bahkan aku tidak bisa meyakinkan diriku
Untuk bisa berdiri di atas keinginanku

Hari ini, waktu tidak pernah berkompromi dengan detiknya untuk berjalan lebih lambat
Matahari naik, hari pergi, aku robek...


Untuk semua kesia-siaan, untuk semua yang terbuang
Untuk semua kepahitan dan cinta

Biarkan aku menjadi orang yang dapat berdiri mengatasi langit dari jurang-jurang kehidupanku