Monday, November 5, 2012

Romance in Hasitate

Love me true love me not
Fly me to the heaven where your love delight
Feel the blue, hesitate in caught
Trick these feels dear and treat it right
Trick it once and I'll be alright

Through a whisper call out your name
Through the wind, land, leaves and flower lulled by a miss
Whenever I thought loving you make me insane
Behold on your persistence and trust, fall me into peace
Your passion and love leaves us in bliss
 



*English Quintain kind of Poetry

For You I Belong

When the time passed through
The laughter deserted by the absent of you 
Filled by the emptiness, 
Sink by the loneliness

Whenever I cornered by the uncertainty
Standing alone to my anxiety
You were there, paved the ambience of the bright
Pulled me back through the light 

For you are my sunshine
For you are my moonlight
The world would not be complete without you
'Cause the world got the half of me in you

Recall the moment when I'm with you
The warmth last in our point of view
And I desire you felt the same way too
That I was there 'cause belonging to you
 
[Simplify of "Karna Kau Disana Aku"] 

Friday, September 14, 2012

Ketika Katamu Hanyalah Semu

Katamu ada rindu ketika aku berdiam dalam relungmu
Katamu ada yang abadi ketika kita berlari dalam pencarian jati diri

Selembar kertas nyanyian jiwamu
Ketika yang kuyakini benar adamu
Pelantun gundah katamu
Pengusir sepi ungkapmu

Katamu dunia kita satu
Katamu kitalah masa depan dan masa lalu
Kamuflase yang akhirnya terkuak santun oleh heningmu

Katamu yang terampas oleh realita dan tak terealisasi karna waktu

Katamu yang berujung pada ketiadaan dan memalingkan muka jauh dari bayangku

Kini kita hanyalah usang
Layaknya debu yang berdesir di atas album tua

Semudah itu kau lupa
Lupa akan siapa kamu, siapa aku
Lupa akan siapa ratu di masa lalu
Dan kini tahta hanya milikmu dan duniamu

Bila waktu bersedia berjibaku untukku
Dan memutar kembali rodanya yang lapuk dan tua ke masa itu
Kan kuraih visi di mana aku berdiri dan menatap saat ini

*PS: Untuk seseorang yang sudah move on dan melupakan masa lalu.

Surabaya, 14 september 2012

Friday, August 3, 2012

Sketsa Jiwa yang Tersabotase Oleh Sunyi




Aku adalah keheningan yang bersembunyi dibalik naifnya sebuah peran

Aku terlahir atas duplikasi asa yang telah gagal
Sebuah jiwa yang gila
Sebuah birokrasi diri yang patah

Letih adalah di penghujung bayangku
Di atas abu-abu ia berdiri
Menikam pelan pada jantung hati seorang jenaka
Menyelinap lirih pada kantung akal pribadi yang dangkal

Bagaikan racun yang tak berbau pun berasa
Keterpurukan ini perlahan menjeratnya

Ia sepi,
Ia sendiri,
Hilang gambar diri,
Hilang tujuan hidup, namun segan tuk mati

Sakit adalah titik ketakutannya
Takut akan kehilangan dan takut akan dihilangkan
Sebuah kerusakan jiwa yang terus menghantui
Sebuah anekdot hidup yang terlalu lama bersemayam dalam diam

Hidup baginya adalah sebuah skenario dusta yang dikejar oleh keterbatasan waktu
Dimana sebuah kisah diperankan oleh sesosok individu dengan beribu topeng
Individu yang tak sempat memilih, individu yang tak sempat mencari
Individu yang miskin emosi, Individu yang lupa akan pengenalan diri

Kali ini ia enggan untuk bernyanyi,risih tuk berbagi
Barangkali ia tertawa, tapi untuk siapa?
Ia terlalu rumit
Atau sebuah kompleksitas yang sedang memenjaranya?

Thursday, June 21, 2012

Sepasang Sayap Dalam Doa

Hari itu langit sedang menggambarkan keindahannya dalam jingga keemasan
Jingga yang meluruhkan birunya hari
Jingga yang mengalaramkan bumi untuk segera menjemput sang malam

Kepada malam ia bernyanyi
Bernyanyi tentang kepedihan akan sang hari
Menyerantakan sayup ketika dunia mulai sunyi
Menutup bungkus kegundahan kedalam sisi jiwa yang letih

Hari itu dalam keriuhan akal terselip sebuah doa
Sebuah doa yang terpanjat dengan segala improbabilitas realita
Sebuah doa dengan segala kenaifan akal
Adalah doa yang bercerita tentang kerinduannya akan sepasang sayap

Seorang manusia yang secara harafiah tak mampu menjejakkan langit dengan telanjang kaki
Seorang manusia dengan segala hebatnya namun sarat akan keterbatasan
Sebuah doa yang naif namun sanggup memberikan senyuman kecil di hari itu
Sebuah doa dengan konten hati yang menyuarakan suatu kebebasan

Hari itu seorang manusia berdoa untuk sebuah kemustahilan yang fenomenal
Hari itu seorang manusia tersadar akan siapa dirinya tanpa sosok Sang Maha Kuasa
Hari itu seorang manusia mengerti akan keberadaannya yang sementara
Hari itu manusia itu kembali pada hakikatnya sebagai manusia yang rindu akan sang pencipta


Saturday, May 26, 2012

Karna kau di sana aku

Karna kau di sana aku

Waktu bergulir tanpa bayangmu,
Tanpa candamu, tanpa hadirmu,
Kehampaan ini kian merambah... relungku
Mengusik ruang jiwaku...

Karna kau adalah matahariku
Kau adalah bulan malamku
Tanpa kamu hambar duniaku
Karna kau... di sana aku

Ketika ku tersudut tak menentu
Sendiri kelam dalam bayang temaram
Kau disana membuka suasana... bahagia
Dan kau bawaku melayang...

Kurindukan ada hadir
Kuinginkan kau di sampingku
Bawa aku dalam duniamu
Karna kau...di sana aku

Dan ingatlah saat bersama
Hangat itu masih di sana
Dan kuharap kamu pun merasa
Kita ada...untuk berdua....

Matahariku, kau adalah bulan malamku
Tanpa kamu hambar duniaku
Karna kau... di sana aku...

Kurindukan ada hadirmu
Kuingnkan kau di sampingku
Bawa aku dalam duniamu
Karna kau... di sana aku...

*click link for hearing the song

Wednesday, May 2, 2012

Penyair Bayangan

Siapakah aku?
Aku hanyalah bara yang bersembunyi di balik teduhnya fajar
Aku hanyalah sebuah rasa yang terbuang pada dimensi yang tak bertuan
Aku hanyalah sebuah empati yang mengemis pada keberadaan hidup

Siapakah aku?
Aku yang berkumandang dalam semu
Berkoar sesukaku
Layaknya pesakitan yang terasing oleh waktu

Aku adalah sebuah identitas yang tak berbatas
Aku adalah naluri kebebasan
Tak ada yang boleh memenjarakanku
Tak juga kau

Dalam karya aku bercerita
Dalam pilu aku bernyanyi
Bersenandungku dalam tanya
Akankah eksistensi diri dapat menjawabnya?

Aku yang berdiri di luar akal sehatmu
Aku yang liar dalam jiwamu
Berkamuflase dalam lamurnya etika
Hey dunia nyata, dapatkah kau terka?

Nafas-nafas penyambung hidup adalah kata
Oleh kata aku ada