Friday, August 21, 2009

When Love Finally Define

I the one who took a shelter in your brittleness
Who was hiding behind your tears
The covert strength which overwhelm your weakness
I am the sunbeam reversed to your darkness

Your tears are my wounds
The clatter of your journey is an obvious scratches
Which frequently seize my heart

And these feels are yours, even yet you touch though you see 

I try to open the casement of my heart and trace it
Is there anyone or whom?
Is it you, the biggest question?
Or maybe you are the answer

Everything revolve, encircle between the conscience and thoughts

I tried to pull my self out, withdrew all the feels that I've got
Yet the trails of yours continuously compel my limits
The silhouettes of your times mesmerize  my days
I trapped within the charm of your soul
 

However these barriers are no longer be sustainable

I will run after you
I no longer be an idle beneath the dark side of you

I'm finished with the dawn and I will be the day

I quit play as the role of a shadow
For I am the tangible, I am real...
As real as the embrace of twilight  which always there for you

Indonesian Translation:

Aku yang berlindung dalam ringkuhmu
Bersembunyi dibalik tangismu
Sebuah kekuatan diam yang bersemayam dalam lemahmu
Aku adalah sinar mentari yang bersembunyi dibalik gelapmu

Tangismu adalah lukaku
Derap derai kisahmu adalah guratan-guratan nyata
Yang kerap mengisi dan menjerat hatiku
Hati ini milikmu, meski tak sempat kau jamah bahkan hanya untuk sekedar kau lihat

Kucoba membuka tingkap-tingkap hati dan mencernanya
Dia yang kucari atau siapa?
Dirimu kah tanya?
Atau dirimu lah jawaban?
Semua berputar mengitari hati dan akal

Kucoba menarik diri, menarik hati
Namun jejak jejakmu terus menggali batasku
Siluet dari masa-masamu membayangi hariku
Aku terkurung dalam aura jiwamu

Namun pertahanan ini sudah tak lagi terbendung

Aku berlari pada ragamu
Aku tak lagi bersembunyi dalam gelapmu
Aku tak ingin menjadi pagi, aku ingin menjadi siang

Aku tak mau lagi menjadi semu
Karna aku adalah nyata...
Senyata pelukan senja yang selalu ada untukmu

Inspired by: Novel Dealova (about Ibel n Karra)
NB: kemaren pas bongkar2 gudang aku nemuin buku favoritku waktu sma, aku udah baca buku ini lamaaaaa banget, dan ini udah dibilang keberapa puluh kalinya aku baca buku ini dan still nangis, dan akhirnya tiba2 jadi punya hasrat buat ngungkapin rasa si Ibel ke dalam puisi.. hehehe