Senin, 07 Desember 2009

Jiwa yang Menggaung Dari Delhi

Seorang sahabat berkelana ke dunia yang antah berantah baginya
Gandhi yang beku katanya...
Sendiri terselimutkan rindu dan sepi
Hilang jati diri, terjerumus dalam pasak melankolistik

Kerinduan mengorek kesadarannya
Kesadaran akan segala kesalahan
Kesalahan yang telah ditempuh selama setengah tahun lamanya
dan masih ada tahun lainnya yang menunggu

Menunggu untuk sebuah misteri yang akan mengisi segala tangis dan peluhnya

Mata itu telah kering
Lelah menangisi kesendiriannya
Lelah menangisi segala kebodohannya
Lelah menangisi kerinduannya
Namun raga tetap tak dapat berteleportasi dan kembali

Aku tahu...
Hati itu telah berakar...
Mencari tumpuan atas perhentian dan sandaran bagi sang tudung akar...
Dia mencari sang bumipertiwi dan makhluk-makhluk lainnya yang berpijak diatasnya...

Kelak dia akan lahir kembali
Bermetamorfosis menjadi makhluk yang lebih matang...
Dan ketika saat itu tiba semua akan bersorak sorai dan melempar kebanggaan atas dirinya...

Karna tangis, peluh dan kesendirian telah mengajarkannya
Delhi telah membuka mata batinnya
Gandhi yang beku telah melelehkan hatinya

Dedicated to my annoying best friend =p Vina Ajinata
Luph u sist...

3 komentar:

  1. Akhirnya dirimu posting juga, Yanie..
    puisimu bisa sebagai inspirasi :D


    apa kabar kawan?

    BalasHapus
  2. yannnnnniiiieeeeee... bgs2 bgt puisinyaaaa..
    two thumbs up for u, dear!!!
    uda jago masak, jago bikin puisi... wiiiihhhh.. :)
    keep up the good works!! ^_^

    Love, Easter.

    BalasHapus
  3. Kak Easteeerrr, koq bisa?? hehehehe jadi malu ^^, koq tumben bisa liat tulisannya yannie?? :D kak easter, yannie lagi rajin2nnya neh bikin kueh ^^, biasa, bantuin mama juga jualan huehehehe, liat2 ya di fb nya yannie di album "cookies foe sale" ok2? ^^ mizz ya a lot! kapan maen surabaya lage?

    BalasHapus